Sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat, pemerintah Kabupaten Garut fokus dalam pengembangan desa wisata yang memiliki multiplier effect yang cukup tinggi dalam menggerakan roda perekonomian serta pendapatan masyarakat sekitar.

Berkenaan dengan hal tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut melalui Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda, Alia Maulidiyanti M., STP., MM sebagai pemangku urusan perencanaan daerah lingkup Ekonomi menggagagas inovasi “Pengembangan Desa Wisata melalui Pemetaan Potensi dan Kolaborasi untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi” dengan tagline “Dewa Membumi”.

Alia memaparkan, untuk pengembangan sistem pemetaan dan penilaian Desa Wisata, “Dewa Membumi” ini dikembangkan melalui kolaborasi serta kontribusi dari berbagai stakehoders diantaranya Dinas Pariwasata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), serta dari unsur Akademisi dengan menggandeng Institut Teknologi Garut.

“Sosialisasi Dewa Membumi ini dihadiri oleh seluruh Kepala Desa yang mengajukan pengembangan Desa Wisata baik secara langsung maupun melalui aplikasi zoom untuk mengkomunikasikan apa yang telah disepakati untuk membangun pola pikir (mindset), budaya kerja (culture set) dan keterlibatan seluruh stakeholder,” jelas Alia Maulidiyanti dalam forum Sosialisasi Dewa Membumi yang diselenggarakan di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Senin (25/10/2021).

Kabid Ekonomi dan SDA dari Bappeda ini melanjutkan, sosialisasi dilakukan dengan tujuan agar semua stakeholder mempunyai pemahaman dan tujuan yang sama untuk mengembangkan desa wisata. Selain itu, sosialisasi ini juga menginformasikan dan mempraktekkan secara langsung sistem Dewa Membumi sebagai sistem penilaian terhadap setiap indikator pengembangan pariwisata pada desa wisata rintisan/embrio melalui aplikasi penilaian/dashboard management system.

“Secara singkat sistem ini memerlukan input dari Kepala Desa berupa profile desa wisata yang diajukan seperti data jumlah penduduk, jumlah KK, Jumlah KK MBR dan lain-lainnya serta proposal pengembangannya. Dalam menginput proposal perlu dilakukan validasi berupa penilaian mandiri terhadap desa wisata yang diajukan melalui kriteria pengembangan pariwisata yaitu daya tarik (attraction), keterjangkauan (accessibility), fasilitasi pendukung (amenity), kelembagaan (ancillary), serta promosi pemasaran,” ungkap Alia.

Dari hasil input tersebut, imbuh Alia, nantinya akan menunjukkan skoring penilaian serta strategi pengembangan yang tepat untuk membangun desa wisata tersebut. Dia juga berharap, Dewa Membumi diharapkan dapat memberikan citra/identitas dan membangun branding pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Garut.

“Melalui Dewa Membumi diharapkan terdapat pesan yang tersampaikan kepada pihak terkait pentingnya Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Garut sebagai salah satu upaya untuk bangkit dari pandemi dan pemulihan ekonomi daerah. Kami juga berharap, semua desa/kelurahan dapat berpartisipasi dalam Dewa Membumi, terutama yang memiliki potensi terlebih yang sudah mulai memiliki pengunjung,” tuturnya.

Alia Maulidiyanti menambahkan, pengajuan proposal dan data pendukung penilaian paling lambat adalah tanggal 30 Oktober 2021, setelah itu akan dilakukan penilaian oleh tim penilai berdasarkan kriteria yang sudah disusun, pungkasnya.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Agus Ismail ST., MT. Dalam sambutannya Ia menyampaikan apresiasi terhadap Dewa Membumi sebagai strategi terbaik dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai indikator kesuksesan pembangunan pemerintah.

“Pariwisata merupakan core business perekonomian Kabupaten Garut. Kegiatan yang dilakukan untuk membahas ide-ide kreatif dan penuh inspiratif seputar kiat-kiat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini patut diapresiasi,” ujar Agus Ismail.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan H. Budi Gan Gan, SH., M.Si, yang turut hadir dalam kegaiatan tersebut menyampaikan, guna meningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang digagas Bappeda tersebut, pihaknya akan mendukung inovasi Dewa Membumi dengan 3 sektor yang akan dikembangkan meliputi akses, atraksi dan aminitis.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan berjalan beriringan bersama Bappeda dan Kementerian dalam pengembangannya yang diawali dengan survei yang dilanjutkan dengan pemetaan potensi, penyusunan strategi yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan berbagai elemen masyarakat” ujar Budi Gan Gan Gumilar. (Harian Garut News)